Problem Modernitas Dalam Kerangka Sosiologi Kebudayaan Georg Simmel

Gambar Produk 1
Promo
Rp 10.000 Rp 5.000
Judul: Problem Modernitas Dalam Kerangka Sosiologi Kebudayaan Georg Simmel
Penulis: A. B. Widyanta
Penerbit: Cindelaras, 2002
Isi: 239 Halaman (7 MB)
Bahasa: Indonesia
Format: Ebook PDF Scan

Georg Simmel, seorang sosiolog dan filsuf Jerman yang hidup di tahun 1858-1918, banyak disebut sebagai salah satu the founding father sosiologi. Tulisannya yang sangat
luas (exstensive), penuh gaya (stylish), dan kuliahnya yang cemerlang telah berpengaruh besar dalam disiplin sosiologi, meski tak setenar "Trinitas suci'': Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim. Marjinalisasi Simmel dalam sosiologi, selain akibat minatnya pada berbagai disiplin ilmu (filsafat, psikologi, dan seni) juga karena tulisan-tulisannya yang tidak sistematis.

Betapapun kontroversialnya Simmel, sejumlah ilmuwan sosial (Frisby, Levine, Lawrence, Weinstein, Nedelmann, dan lain-lain) tetap saja tertarik menggali berbagai karyanya yang punya kontribusi bagi pengembangan teori sosial kontemporer, terutama analisisnya tentang fenomena-fenomena modernitas (maupun postmodernitas). Khususnya berbagai dampak perkembangan dua ranah modernitas: ekonomi uang dan metropolis. Simmel dinilai sangat intens dalam mencermati, mendiagnosis, dan mengkritisi problematika kebudayaan modern seperti dampak-dampak sosial dari kehidupan modern, kosmopolitan, dan kekhasan hid up masyarakat urban.

Simmel yang menghabiskan hampir seluruh waktu hidupnya dengan mengembara di rimba belantara modernitas kota Berlin, telah menjadi saksi dari paradoks-paradoks modernisasi
Jerman. Modernisasi telah mengubah wajah Berlin menjadi kota dunia (metropolis) dalam waktu relatif singkat. Berlin pun berubah menjadi ruang yang subur bagi merajalelanya patologi modernitas. Kemegahan dan kepengapan Berlin itulah yang menjadi latar intelektual sekaligus "laboratorium" Simmel untuk menyemaikan pemikiran kritisnya atas berbagai problem modernitas.