Marhaenis Muhammadiyah
Judul: Marhaenis Muhammadiyah
Penulis: Abdul Munir Mulkhan
Penerbit: Galangpress, 2010
Bahasa: Indonesia
Ukuran: 37 MB (323 Halaman)
Format: Ebook PDF
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukanlah kesatuan entitas yang seragam atau homogen. Keberagaman model kepengikutan itu muncul karena adanya gesekan manakala doktrin tarjih Muhammadiyah pascakepemimpinan Kiai Ahmad Dahlan diberlakukan secara kaku. Konsep Islam murni syariahistis itu akibat dari mendominasinya elite ahli syariah yang ingin memusnahkan tradisi TBC (takhayul, bidah, dan c(k)hurafat), bahkan tak jarang cara-cara kekerasan ditempuh demi menegakkan syariah. Gerakan pemurnian Islam seperti itu jelas berseberangan dengan latar belakang kultural masyarakat desa yang mayoritas bermata pencaharian petani. Mereka tertarik bergabung dengan Muhammadiyah manakala gerakan yang menawarkan pembaruan ini meluas ke pedesaan.
Marhaenis Muhammadiyah adalah sebuah nama bagi sekelompok orang disuatu tempat dipedesaan persisnya di Wuluhan, Jember, Jawa Timur yang kemudian menjadi pengikut Muhammadiyah.yang membangun jaringan dakwah. Marhaenis Muhammadiyah ibarat teologi petani yang bisa mendorong etos kerja produktif serta menggambarkan islam yang inklusif. Marhaenis Muhammadiyah ibarat teologi petani atau jalan abru Islam yang bisa mendorong etos kerja produktif serta mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif. dari sinilah, kehidupan masyarakat pluralis demokratis tumbuh dengan subur. Sangatlah wajar apabila kaum petani itu merasa asing dengan konsep Islam fundamentalis. Sebaliknya, mereka justru merasa nyaman dengan pola pemurnian Islam yang dibawa oleh Kiai Ahmad Dahlan yang mengedepankan kesalehan spiritual.
Penulis: Abdul Munir Mulkhan
Penerbit: Galangpress, 2010
Bahasa: Indonesia
Ukuran: 37 MB (323 Halaman)
Format: Ebook PDF
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukanlah kesatuan entitas yang seragam atau homogen. Keberagaman model kepengikutan itu muncul karena adanya gesekan manakala doktrin tarjih Muhammadiyah pascakepemimpinan Kiai Ahmad Dahlan diberlakukan secara kaku. Konsep Islam murni syariahistis itu akibat dari mendominasinya elite ahli syariah yang ingin memusnahkan tradisi TBC (takhayul, bidah, dan c(k)hurafat), bahkan tak jarang cara-cara kekerasan ditempuh demi menegakkan syariah. Gerakan pemurnian Islam seperti itu jelas berseberangan dengan latar belakang kultural masyarakat desa yang mayoritas bermata pencaharian petani. Mereka tertarik bergabung dengan Muhammadiyah manakala gerakan yang menawarkan pembaruan ini meluas ke pedesaan.
Marhaenis Muhammadiyah adalah sebuah nama bagi sekelompok orang disuatu tempat dipedesaan persisnya di Wuluhan, Jember, Jawa Timur yang kemudian menjadi pengikut Muhammadiyah.yang membangun jaringan dakwah. Marhaenis Muhammadiyah ibarat teologi petani yang bisa mendorong etos kerja produktif serta menggambarkan islam yang inklusif. Marhaenis Muhammadiyah ibarat teologi petani atau jalan abru Islam yang bisa mendorong etos kerja produktif serta mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif. dari sinilah, kehidupan masyarakat pluralis demokratis tumbuh dengan subur. Sangatlah wajar apabila kaum petani itu merasa asing dengan konsep Islam fundamentalis. Sebaliknya, mereka justru merasa nyaman dengan pola pemurnian Islam yang dibawa oleh Kiai Ahmad Dahlan yang mengedepankan kesalehan spiritual.