Breakneck: China's Quest to Engineer the Future

Gambar Produk 1
Promo
Terlaris
Rp 10.000 Rp 5.000
Judul: Breakneck: China's Quest to Engineer the Future
Penulis: Dan Wang
Penerbit: W. W. Norton & Company, 2025
Isi: 275 Halaman (1 MB)
Bahasa: Inggris
Format: Ebook EPUB

Selama hampir satu dekade, analis teknologi Dan Wang—"pengamat berbakat Tiongkok kontemporer" (Ross Douthat)—telah menyaksikan kemajuan negara yang menakjubkan dan penuh gejolak. Jembatan-jembatan menjulang tinggi, jalur kereta api yang berkilauan, dan pabrik-pabrik yang luas di Tiongkok telah meningkatkan hasil ekonomi dalam waktu singkat. Namun, perubahan yang cepat juga telah menimbulkan gelombang penderitaan di seluruh masyarakat. Realitas ini—penindasan politik dan pertumbuhan yang menakjubkan—bukanlah paradoks, melainkan ciri khas pola pikir rekayasa Tiongkok.

Dalam Breakneck, Wang memadukan analisis politik, ekonomi, dan filosofis dengan reportase untuk mengungkap kerangka kerja baru yang provokatif untuk memahami Tiongkok—yang juga membantu kita melihat Amerika dengan lebih jelas. Sementara Tiongkok adalah negara rekayasa, yang tanpa henti mengejar proyek-proyek besar, Amerika Serikat telah terhenti. Amerika telah berubah menjadi masyarakat yang berorientasi hukum, secara refleks memblokir segala sesuatu, baik dan buruk.

Dengan memadukan analisis yang tajam dengan penceritaan yang mendalam, Wang menawarkan potret yang menarik tentang sebuah bangsa yang sedang mengalami perubahan. Breakneck melintasi kota-kota metropolitan seperti Shanghai, Chongqing, dan Shenzhen, di mana negara rekayasa telah menciptakan tidak hanya infrastruktur yang memukau tetapi juga rasa optimisme. Buku ini juga mengungkap sisi negatif rekayasa sosial, termasuk pengawasan terhadap minoritas etnis, penindasan politik, dan trauma kebijakan satu anak dan nol kasus Covid.

Di era permusuhan dan ketidakpercayaan, Wang mengungkap kesamaan yang mengejutkan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Breakneck mengungkapkan bagaimana masing-masing negara menunjukkan jalan yang lebih baik bagi negara lain: warga negara Tiongkok akan lebih sejahtera jika pemerintah mereka dapat belajar menghargai kebebasan individu, sementara warga Amerika akan lebih sejahtera jika pemerintah mereka dapat belajar merangkul rekayasa—dan menghasilkan hasil yang lebih baik bagi banyak orang, bukan hanya segelintir orang.