Proof of Heaven: A Neurosurgeon's Journey into the Afterlife

Gambar Produk 1
Promo
Terlaris
Rp 10.000 Rp 5.000
Judul: Proof of Heaven: A Neurosurgeon's Journey into the Afterlife
Penulis: Eben Alexander
Penerbit: Simon & Schuster, 2012
Bahasa: Inggris
Format: Ebook EPUB
Ukuran: 1 MB (209 Halaman)

Pengalaman mendekati kematian, atau NDE (*near-death experiences*), adalah hal yang kontroversial. Ribuan orang pernah mengalaminya, namun banyak kalangan dalam komunitas ilmiah berpendapat bahwa hal itu mustahil terjadi. Dr. Eben Alexander adalah salah satu orang yang berpandangan demikian.

Sebagai seorang ahli bedah saraf berpengalaman yang telah mengoperasi ribuan otak sepanjang kariernya, Alexander meyakini bahwa apa yang oleh orang-orang beriman disebut sebagai "jiwa" sebenarnya hanyalah produk dari kimiawi otak. Ia adalah orang pertama yang akan menjelaskan bahwa NDE mungkin terasa nyata bagi mereka yang mengalaminya, namun pada kenyataannya, hal itu hanyalah fantasi yang dihasilkan oleh otak yang berada di bawah tekanan ekstrem.

Kemudian tibalah saat ketika otak Dr. Alexander sendiri diserang oleh penyakit yang sangat langka. Bagian otak yang mengendalikan pikiran dan emosi—yang pada hakikatnya menjadikan kita manusia—berhenti berfungsi sepenuhnya. Selama tujuh hari, Alexander terbaring di ranjang rumah sakit dalam kondisi koma yang dalam. Lalu, saat para dokter mempertimbangkan kemungkinan untuk menghentikan perawatan, mata Alexander tiba-tiba terbuka. Ia telah kembali.

Pemulihan Alexander dianggap oleh banyak pihak sebagai sebuah keajaiban medis. Namun, keajaiban sesungguhnya dari kisahnya terletak pada hal lain. Saat tubuhnya terbaring koma, Alexander melakukan perjalanan melampaui dunia ini dan bertemu dengan sosok malaikat yang menuntunnya memasuki ranah terdalam dari eksistensi yang melampaui fisik. Di sana, ia bertemu dan berbicara dengan Sumber Ilahi dari alam semesta itu sendiri.

Kisah ini terdengar seperti imajinasi liar dan menakjubkan dari seorang penulis fantasi yang piawai. Namun, ini bukanlah fantasi. Sebelum menjalani pengalaman tersebut, Alexander tidak dapat menyelaraskan pengetahuannya di bidang ilmu saraf dengan keyakinan akan surga, Tuhan, atau jiwa. Kesulitan dalam meyakini hal-hal tersebut menciptakan kehampaan yang tidak dapat dihapuskan oleh pencapaian profesional apa pun. Kini, ia adalah seorang dokter yang meyakini bahwa kesehatan sejati hanya dapat dicapai ketika kita menyadari bahwa Tuhan dan jiwa itu nyata, serta bahwa kematian bukanlah akhir dari eksistensi pribadi, melainkan sekadar sebuah peralihan.

Kisah ini akan tetap luar biasa siapa pun yang mengalaminya. Fakta bahwa hal ini terjadi pada Dr. Alexander menjadikannya sebuah kisah yang revolusioner. Baik ilmuwan maupun orang beriman tidak akan bisa mengabaikannya. Membaca kisah ini akan mengubah hidup Anda.