The Power Paradox: How We Gain and Lose Influence

Gambar Produk 1
Promo
Terlaris
Rp 10.000 Rp 5.000
Judul: The Power Paradox: How We Gain and Lose Influence
Penulis: Dacher Keltner
Penerbit: Penguin Books, 2016
Bahasa: Inggris
Format: Ebook EPUB
Ukuran: 11 MB (164 Halaman)

Kekuasaan hadir di hampir setiap aspek kehidupan, tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar memahami hakikatnya. Dalam buku ini, Dr. Dacher Keltner mengajak pembaca melihat kekuasaan dari sudut pandang yang berbeda. Ia menunjukkan bahwa kekuasaan bukan semata-mata alat untuk mendominasi, melainkan potensi untuk menghadirkan kebaikan melalui empati, kepedulian, dan sikap mengutamakan kepentingan orang lain. Yang lebih menarik, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan cara tersebut.

Selama ini kita akrab dengan anggapan bahwa kekuasaan cenderung merusak karakter. Pandangan ini diperkuat oleh sejarah, pemikiran politik, hingga berbagai peristiwa yang kita saksikan setiap hari. Namun, benarkah kekuasaan selalu membawa seseorang menuju kesewenang-wenangan? Bagaimana sebenarnya seseorang memperoleh kekuasaan, dan mengapa banyak orang akhirnya kehilangan pengaruh yang telah mereka bangun dengan susah payah?

Menurut Dr. Keltner, kekuasaan yang bertahan lama tidak lahir dari rasa takut, ancaman, atau dominasi, melainkan dari kemampuan memahami orang lain, membangun kepercayaan, dan memberi manfaat bagi sesama. Pada dasarnya, kekuasaan adalah sesuatu yang dianugerahkan oleh orang lain melalui kepercayaan yang mereka berikan. Sayangnya, banyak orang melupakan kenyataan ini. Mereka justru meninggalkan nilai-nilai yang dahulu mengantarkan mereka meraih pengaruh, sehingga perlahan kehilangan kepercayaan dan kekuasaan yang dimiliki. Inilah yang disebut sebagai paradoks kekuasaan.

Baik dalam lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan, penyalahgunaan kekuasaan sering kali terjadi karena kita keliru memahami maknanya. Kekuasaan bukanlah kebebasan untuk bertindak semena-mena atau mengabaikan kepentingan orang lain. Sebaliknya, kekuasaan adalah kemampuan untuk membawa manfaat, menciptakan perubahan positif, dan memberikan dampak yang lebih baik bagi kehidupan bersama.

Melalui dua puluh *Prinsip Kekuasaan* yang disusunnya, Dr. Keltner menjelaskan langkah-langkah praktis untuk mempertahankan pengaruh tanpa kehilangan integritas. Ia juga menguraikan mengapa kekuasaan dapat menjadi kekuatan yang membawa kebaikan, kapan seseorang rentan menyalahgunakannya, serta bagaimana dampak buruk yang muncul ketika orang-orang di sekitar kita hidup tanpa kesempatan, suara, dan daya untuk berkembang.